Buya Dive The Radioman menyiarkan :
“TABARRUJ” ALIAS NGECENG ALA JAHILIYYAH..!?
Bismillaahirrohmanirrohiim ;
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh.
Sahabat kami yang dirahmati oleh Allah ta’ala...
Sesungguhnya budaya “ngeceng” yang diajarkan dan dijadikan kelawaziman bagi kaum “KAMUFASIQ” (kafir—munafiq—fasiq), merupakan ‘perjuangan’ Ghozwul Fikr mereka untuk menyesatkan akidah umat Islam. Sebab mereka telah mempelajari bahwa secara naluri maupun psikis, manusia memang memiliki kecenderungan senang di puji—senang kemewahan—serta senang menjadi pemenang dalam segala hal.
Apabila seorang muslimah memperkenankan dirinya diperolok sekaligus di sesatkan oleh budaya “ngeceng alias tabarruj” ala jahiliyah itu, maka bukan mustahil zina—fitnah—ghibah—debilitas konsumtif—hingga meninggalkan akidah (murtad) menjadi suatu keniscayaan.
Memang benar, bersolek itu merupakan fitrah bagi umumnya kaum perempuan. Jika ia bersolek di depan suami, atau bersolek pada batas wajar dihadapan orang tua atau teman-teman sesama muslimah, maka hal ini insyaAllah tidak mengapa. Tetapi kenyataannya, terlalu banyak dari kaum wanita yang menganggap dirinya sebagai orang modern, bersolek dan menampakkan sebagian anggota tubuh serta auratnya di tempat-tempat umum. Padahal di sana banyak terdapat lelaki yang bukan mahramnya, dan memperhatikan mereka bersama keindahan yang ditampakkannya. Nah perihal itulah yang disebut dengan tabarruj model jahiliyah.
Pameran lekuk tubuh—keganjenan—serta aurat kalian itu, insyaAllah tidak akan merugikan kaum lelaki beriman. Becandaannya ^^ dapat di wakilkan dengan 2 kalimat shoheh, yakni; “Alhamdulillah dan Astaghfirullah.” Tetapi bagi kaum lelaki yang terdapat penyakit di dalam hati dan pikirannya, maka keindahan kalian itu akan mereka upayakan optimal hingga MAKSIAT dapat kalian wujudkan bersama. Akhirnya, tetap saja KAUM WANITA ADALAH PIHAK PALING RUGI dibandingkan kaum lelaki. Mau bukti…!?
1. DOSA PERTAMA : Kalian mengumbar kesucian diri dengan ‘harga yang sangat murah’, sehingga siapa saja dapat menikmatinya lantaran GODAAN kalian itu (baik secara tak langsung maupun akhirnya secara langsung!?).
2. DOSA KEDUA : Bersama ‘ngeceng’ itu kalian telah mengajak orang lain (baik kaum lelaki maupun umum lainnya) untuk melakukan DOSA BESAR BARU yang bisa jadi berupa zina—fitnah—ghibah—tajassu s—debilitas konsumtif—hingga meninggalkan akidah.
3. DOSA KETIGA : Dari DOSA BESAR BARU itu akan melahirkan DOSA berkesinambungan lainnya, seperti zina dapat mengakibatkan hamil—lantas malu dan ambil jalan pintas dengan melakukan aborsi. Begitu pula dengan fitnah yang pasti akan menyertainya, dan seterusnya...
4. DOSA KEEMPAT : Dirimu TELAH BERKHIANAT kepada pihak yang paling berhak atas aurat dan kesucianmu, yakni SUAMI yang SAH. Firman-Nya; “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan auratnya kecuali kepada SUAMI mereka…” (QS. An-Nuur 31).
5. Sungguh terlalu banyak DOSA serta KERUGIAN lainnya bagi kaum perempuan yang bersedia MENGINGKARI ketentuan Syari’at Islam yang sebenarnya sangat melindungi kesucian dan kemulian dirinya. Sedangkan kaum lelaki yang (mungkin) akhirnya tergoda oleh keganjenan dirimu, maka sungguh DOSA mereka tidak akan terlalu banyak dibandingkan pengumpulan DOSAMU…!!!
Na’udzubillah tsumma na’udzubillah jika kaum perempuan bersedia dibodohi sekaligus disesatkan oleh budaya MURAHAN kaum jahiliyyah itu, ketahuilah, afwan… Apabila “kudapan” mudah diperoleh, maka seseorang akan bosan memakan kudapan yang itu-itu saja. Apabila AKIDAH kaum perempuan mudah di bodohi oleh sekadar perasaan hati dan cinta (preeet) ala kaum jahiliyyah, lantas mengikhlaskan dirinya menjadi “kudapan” lelaki pintar yang jago menaklukkan dirimu, maka tunggulah saatnya dirimu ‘di lepeh’ ibarat permen karet yang sudah anyeb di dalam mulut. Astaghfirullaah…
Sungguh zaman sekarang ini, tabarruj model jahiliyyah merupakan hal yang dianggap biasa, padahal Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan yang demikian itu.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (QS. Al-Ahzab: 33).
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. MEREKA TIDAK AKAN MASUK SURGA, dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim).
Duhai sahabat serta nanda muslimah yang dirahmati oleh Allah ta’ala…
Sesungguhnya kami telah kembali menasihatimu bersama peringatan yang bersumber dari al-Haqq, yakni suatu prinsip yang PASTI membawa keselamatan hidup kita di dunya ini hingga tiba di akhirat kelak. Jikalau kesombongan—keras hati—hingga keingkaran tetap engkau biarkan, sungguh dengan begitu SYAITHON telah berhasil menjadikanmu sebagai manusia SYIRIK, yang ingkar kepada ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Sehingganya, pengumpulan DOSA TAK TERAMPUNI itu semakin melengkapi kesengsaraan abadimu di Jahannam nanti. Na’udzubillahi min Dzaliq.
Maka benarlah tatkala Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ
"Aku melihat sejenak surga, ternyata aku lihat kebanyakan penghuninya orang-orang miskin. Dan aku lihat sejenak neraka, ternyata aku lihat kebanyakan penghuninya wanita." (HR. Bukhari & Muslim).
Wallahu tabaroka wa ta’ala a’lam.
L♥ve and respect;
Buya Dive dRadioman
Feel Free To Share ✔
“TABARRUJ” ALIAS NGECENG ALA JAHILIYYAH..!?
Bismillaahirrohmanirrohiim
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh.
Sahabat kami yang dirahmati oleh Allah ta’ala...
Sesungguhnya budaya “ngeceng” yang diajarkan dan dijadikan kelawaziman bagi kaum “KAMUFASIQ” (kafir—munafiq—fasiq), merupakan ‘perjuangan’ Ghozwul Fikr mereka untuk menyesatkan akidah umat Islam. Sebab mereka telah mempelajari bahwa secara naluri maupun psikis, manusia memang memiliki kecenderungan senang di puji—senang kemewahan—serta senang menjadi pemenang dalam segala hal.
Apabila seorang muslimah memperkenankan dirinya diperolok sekaligus di sesatkan oleh budaya “ngeceng alias tabarruj” ala jahiliyah itu, maka bukan mustahil zina—fitnah—ghibah—debilitas konsumtif—hingga meninggalkan akidah (murtad) menjadi suatu keniscayaan.
Memang benar, bersolek itu merupakan fitrah bagi umumnya kaum perempuan. Jika ia bersolek di depan suami, atau bersolek pada batas wajar dihadapan orang tua atau teman-teman sesama muslimah, maka hal ini insyaAllah tidak mengapa. Tetapi kenyataannya, terlalu banyak dari kaum wanita yang menganggap dirinya sebagai orang modern, bersolek dan menampakkan sebagian anggota tubuh serta auratnya di tempat-tempat umum. Padahal di sana banyak terdapat lelaki yang bukan mahramnya, dan memperhatikan mereka bersama keindahan yang ditampakkannya. Nah perihal itulah yang disebut dengan tabarruj model jahiliyah.
Pameran lekuk tubuh—keganjenan—serta aurat kalian itu, insyaAllah tidak akan merugikan kaum lelaki beriman. Becandaannya ^^ dapat di wakilkan dengan 2 kalimat shoheh, yakni; “Alhamdulillah dan Astaghfirullah.” Tetapi bagi kaum lelaki yang terdapat penyakit di dalam hati dan pikirannya, maka keindahan kalian itu akan mereka upayakan optimal hingga MAKSIAT dapat kalian wujudkan bersama. Akhirnya, tetap saja KAUM WANITA ADALAH PIHAK PALING RUGI dibandingkan kaum lelaki. Mau bukti…!?
1. DOSA PERTAMA : Kalian mengumbar kesucian diri dengan ‘harga yang sangat murah’, sehingga siapa saja dapat menikmatinya lantaran GODAAN kalian itu (baik secara tak langsung maupun akhirnya secara langsung!?).
2. DOSA KEDUA : Bersama ‘ngeceng’ itu kalian telah mengajak orang lain (baik kaum lelaki maupun umum lainnya) untuk melakukan DOSA BESAR BARU yang bisa jadi berupa zina—fitnah—ghibah—tajassu
3. DOSA KETIGA : Dari DOSA BESAR BARU itu akan melahirkan DOSA berkesinambungan lainnya, seperti zina dapat mengakibatkan hamil—lantas malu dan ambil jalan pintas dengan melakukan aborsi. Begitu pula dengan fitnah yang pasti akan menyertainya, dan seterusnya...
4. DOSA KEEMPAT : Dirimu TELAH BERKHIANAT kepada pihak yang paling berhak atas aurat dan kesucianmu, yakni SUAMI yang SAH. Firman-Nya; “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan auratnya kecuali kepada SUAMI mereka…” (QS. An-Nuur 31).
5. Sungguh terlalu banyak DOSA serta KERUGIAN lainnya bagi kaum perempuan yang bersedia MENGINGKARI ketentuan Syari’at Islam yang sebenarnya sangat melindungi kesucian dan kemulian dirinya. Sedangkan kaum lelaki yang (mungkin) akhirnya tergoda oleh keganjenan dirimu, maka sungguh DOSA mereka tidak akan terlalu banyak dibandingkan pengumpulan DOSAMU…!!!
Na’udzubillah tsumma na’udzubillah jika kaum perempuan bersedia dibodohi sekaligus disesatkan oleh budaya MURAHAN kaum jahiliyyah itu, ketahuilah, afwan… Apabila “kudapan” mudah diperoleh, maka seseorang akan bosan memakan kudapan yang itu-itu saja. Apabila AKIDAH kaum perempuan mudah di bodohi oleh sekadar perasaan hati dan cinta (preeet) ala kaum jahiliyyah, lantas mengikhlaskan dirinya menjadi “kudapan” lelaki pintar yang jago menaklukkan dirimu, maka tunggulah saatnya dirimu ‘di lepeh’ ibarat permen karet yang sudah anyeb di dalam mulut. Astaghfirullaah…
Sungguh zaman sekarang ini, tabarruj model jahiliyyah merupakan hal yang dianggap biasa, padahal Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan yang demikian itu.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (QS. Al-Ahzab: 33).
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. MEREKA TIDAK AKAN MASUK SURGA, dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim).
Duhai sahabat serta nanda muslimah yang dirahmati oleh Allah ta’ala…
Sesungguhnya kami telah kembali menasihatimu bersama peringatan yang bersumber dari al-Haqq, yakni suatu prinsip yang PASTI membawa keselamatan hidup kita di dunya ini hingga tiba di akhirat kelak. Jikalau kesombongan—keras hati—hingga keingkaran tetap engkau biarkan, sungguh dengan begitu SYAITHON telah berhasil menjadikanmu sebagai manusia SYIRIK, yang ingkar kepada ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Sehingganya, pengumpulan DOSA TAK TERAMPUNI itu semakin melengkapi kesengsaraan abadimu di Jahannam nanti. Na’udzubillahi min Dzaliq.
Maka benarlah tatkala Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ
"Aku melihat sejenak surga, ternyata aku lihat kebanyakan penghuninya orang-orang miskin. Dan aku lihat sejenak neraka, ternyata aku lihat kebanyakan penghuninya wanita." (HR. Bukhari & Muslim).
Wallahu tabaroka wa ta’ala a’lam.
L♥ve and respect;
Buya Dive dRadioman
Feel Free To Share ✔

Tidak ada komentar:
Posting Komentar