Rabu, 31 Juli 2013

JIKA SUAMI ADALAH ORANG JAHAT..!?

Buya Dive The Radioman menyiarkan :

JIKA SUAMI ADALAH ORANG JAHAT..!?



 


Bismillaahirrohmanirrohiim;
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh.


Sahabat kami yang dirahmati oleh Allah ta’ala...

Kemarin dulu buya memosting adlibs status tentang tanggungjwab suami dan ayah sebagai berikut;

Sesungguhnya dalil yang menyebutkan; "Qu anfusakum wa ahlikum narow." -- "...Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (Qs. ath-Tahrim {66}:6), merupakan peringatan paling serius bagi seorang ikhwan yang kemudian menjadi imam bagi istri serta anak-anaknya.

Maka ketahui dan pahamilah, bahwa SUAMI/AYAH; adalah p.i.h.a.k. p.e.r.t.a.m.a. yang akan dituntut pertanggung-jawaban atas anak dan istrinya di akhirat kelak. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan ditanya tentang orang-orang yang ia pimpin." (HR. Imam Bukhari dan Muslim)."



Selanjutnya melalui BBM, bertanyalah seorang sahabat Muslimah; "Nah bila suaminya sendiri yang nggak bener, gimana donk buya...!?"

Subhanallah, bisa jadi pertanyaan serupa juga menjadi uneg-uneg dan atau atau bentuk pertanyaan yang sebenarnya (juga) ingin diketahui jawabannya. Maka insyaAllah simaklah penuturan kami berikut ini... ^.^

Sahabat muslimah kami yang di sayang اَللّهُ ta'ala...

Sesungguhnya telah jelas perbedaan antara haqq dengan bathil, sehingga setiap manusia p.a.s.t.i. akan mempertanggung jawabkan amal serta perbuatannya nafsi-nafsi alias masing-masing pada masa hisab di hari Kiamat nanti.

Oleh karena itu, kaum ikhwan ƴάnğ telah ditakdirkan اَللّهُ sebagai pemimpin, tentu saja harus mempertanggung jawabkan amal serta perbuatan dirinya sendiri, di samping ia juga harus bertanggung jawab atas kepemimpinannya terhadap anak dan istri sebagaimana disebutkan dalam hadits.

Meski begitu, tetap saja perihal peradilan اَللّهُ ƴάnğ bersifat nafsi-nafsi tersebut, juga pasti berlaku bagi istri dan anak-anaknya. Sebab Allah subhanahu wa ta'ala adalah Dzat Yang Mahaadil lagi Mahabijaksana.

Apabila suami/ayah adalah ikhwan ƴάnğ tidak bertanggung jawab, sedangkan istri dan anak-anaknya adalah orang-orang ƴάnğ sholeh dan sholehah..!? Maka bagi istri dan anak-anaknya tersebut, insyaAllah akan dibalas sebagaimana amal dan kebaikan ƴάnğ telah mereka kerjakan selama hidup di dunia. Sedangkan hukuman اَللّهُ kepada suami yang jahat lagi tidak bertanggung-jawab dan tidak pula bertaubat hingga akhir hayatnya, maka hisab Allah pasti berlaku sebagaimana apapun kejahatan ƴάnğ pernah dilakukannya...

Begitu juga sebaliknya, jika suami/ayah adalah ikhwan ƴάnğ sholeh, dimana ia senantiasa mengajak dan mengajarkan kebaikan serta kebenaran (al-Haqq) bagi istri dan anak-anaknya, sedangkan (misalnya) istri dan anak-anaknya itu adalah orang-orang ƴάnğ durhaka; sungguh dengan demikian suami seperti itu insyaAllah tidak bersalah. Sebab ia telah (sungguh-sungguh) menunaikan kewajibannya dengan baik dan benar. Sehingga hukuman اَللّهُ tentu akan berlaku bagi isteri dan anak-anak yang durhaka, sebagaimana ketentuan nafsi-nafsi tersebut.

والله أعلم بالصواب

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman; "Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat, dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa, mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhoi. Dan adalah Allah Mahameliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan. Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)? Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang. Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata. Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu. Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhoan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu, dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali." (Qs. an-Nisaa' {4}:105-115).

Subhanallah, Mahabenar Allah dengan segala ketentuan-Nya.

Duhai sahabat kami yang di sayang Allah ta'ala...

Bila buya boleh menyarankan, hendaknya kita TIDAK PERLU REPOT menghitung-hitung dan atau mencari-cari kesalahan orang lain. Bukankah اَللّهُ adalah Dzat ƴάnğ pasti Mahamenyaksikan lagi Mahamengetahui, yang kemudian menghisab segala sesuatu dengan adil...!?

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman; "Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan b.i.j.a.k.s.a.n.a. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak bijaksana. Bijaksanalah, sebab bijaksana itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan." (Qs. al-Maa'idah {5}:8)

Sungguh, inilah k.e.p.a.h.a.m.a.n. ƴάnğ harus kita amalkan dari p.r.i.n.s.i.p. SYUKUR dan SABAR. Sehingga dengan begitu, insyaAllah menjadikan kita justru (malah) sibuk dengan amal dan perbuiatan ƴάnğ baik dan benar saja...

Sedangkan kepada orang-orang ƴάnğ jahat lagi menganiaya, maka nasehati dan do'akanlah perihal terbaik baginya, sehingga akhirnya kita menyerahkan segala urusan kembali kepada اَللّهُ ta'ala...

لاَ هَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ
 



L♥ve and respect;
Buya Dive dRadioman
Feel Free To Share ✔




Tidak ada komentar:

Posting Komentar