Buya Dive The Radioman menyiarkan :
KAFARAH Z.I.N.A.
Jakarta, 6 September 2011.
Bismillahirrohmanirrohiim
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh
TANYA :
"Apakah kafarah perbuatan zina? Apa yang mesti dilakukan orang yang berbuat zina untuk men-suci-kan dirinya dari perbuatan itu, selama undang-undang sekarang tidak menetapkan ‘hadd’!?"
JAWAB :
Sahabat kami yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala...
Sesungguhnya Z.I.N.A. sudah dipastikan sebagai bentuk DOSA BESAR, dan sangat di wanti-wanti oleh Islam agar umatnya tidak pernah melakukannya. Jika seseorang jatuh kepada kejahatan ini, sementara tidak ada pengakuan dirinya bahwa ia telah berbuat dan tidak terbukti ia telah melakukannya, atau tidak ada orang yang menegakkan ‘hadd’ (hukuman) atas perbuatan itu, maka kafarah perbuatan zina dalam keadaan seperti ini adalah BERTAUBAT kepada Allah ta’ala dengan sebenar-benarnya.
Ia sungguh-sungguh menyesal atas perbuatannya, meninggalkannya, menjauhinya dan bertekad untuk tidak kembali melakukannya, serta senantiasa melaksanakan ketaatan. Inilah makna yang dapat dipahami dari firman Allah ta’ala yang menyebutkan :
“Dan orang-orang yang tidak menyembah Rabb yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. Al-Furqaan {25}:68-71).
Namun perlu DI PERTEGAS disini, bahwa dalam ketentuan ini bukan berarti kita boleh melupakan kekejian kejahatan perbuatan zina, melainkan orang yang melakukannya harus benar-benar menyesali perbuatannya, menjauhinya, dan bertekad untuk tidak pernah mengulangnya kembali.
Wallahu tabaraka wa ta’ala a’lam.
Barakallaahu fiekum
Wassalamu’alaykum wr.wb.
Buya Dive The Radioman


mantapp abi !
BalasHapussyukron