Buya Dive The Radioman menyiarkan :
APA YANG BERMANFAAT SETELAH MATI !?
----------
Tanya :
----------
Apakah di sana ada amal perbuatan yang memberikan manfaat kepada manusia setelah matinya? Maka amal perbuatan apakah itu? (Dunny Sylvia – Surabaya).
----------
Jawab :
----------
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Nanda Dunny yang di sayang Allah ta’ala…
YA, insyaAllah terdapat amal perbuatan yang memberikan manfaat kepada manusia setelah matinya, tentu saja bersama taufiq dan karunia dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Adapun urutan utama dari amal perbuatan tersebut adalah ILMU yang bermanfaat, yang ditinggalkan seorang manusia dengan jalan merekam, menulis, atau menyebarkannya; sehingga dengan itu ia menghidupkan sunnah, dan menyeru kepada petunjuk.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, dengan tidak berkurang sedikit pun dari pahala-pahala mereka. Barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, dengan tidak berkurang sedikit pun dari dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Ath-Tirmidzi).
Imam Muslim dan Ath-Tirmidzi juga meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Barangsiapa membuat sunnah yang baik, dan sunnah itu diikuti sepeninggalnya, maka ditetapkan baginya pahala seperti pahala orang yang melaksanakannya, dengan tidak berkurang sedikit pun dari pahala-pahala mereka. Barangsiapa membuat sunnah yang buruk, dan sunnah itu diikuti sepeninggalnya, maka baginya dosa seperti dosa orang yang melaksanakannya, dengan tidak berkurang sedikit pun dari dosa-dosa mereka.”
Dari ‘Auf al-Mazni, di riwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berkata kepada Bilal, “Ketahuilah.” Bilal bertanya, “Apa yang harus aku ketahui yaa Rasulullah?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ketahuilah wahai Bilal.” Bilal mengulangi pertanyaannya, “Apa yang harus aku ketahui yaa Rasulullah?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Barangsiapa yang menghidup-hidupkan satu di antara sunnahku yang telah dimatikan sepeninggalku, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya, dengan tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka. Barangsiapa yang membuat suatu bid’ah sesat yang tidak diridhoi oleh Allah dan Rasul-Nya, maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengerjakannya, dengan tidak mengurangi sedikit pun dosa mereka.”
Ada juga amal-amal lain yang bermanfaat bagi manusia setelah matinya, bersama dua buah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memberi isyarat kepada amal-amal ini, sebagai berikut :
Pertama; adalah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda, “Jika anak Adam meninggal dunia, maka terputus seluruh amal perbuatannya, kecuali tiga perkara. SEDEKAH JARIYAH (yaitu sedekah yang bersifat terus menerus, seperti mewakafkan bangunan atau tanah bagi urusan kebajikan), ILMU yang BERMANFAAT (seperti kitab-kitab), atau ANAK yang SHOLEH yang mendoakannya.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Ath-Tirmidzi, dan An-Nasa’i).
Kedua; adalah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang di riwayatkan oleh Ibn Mujah dan Baihaqi, dengan narasi, “Sesungguhnya amal kebajikan yang mengikuti orang mukmin setelah matinya adalah ILMU yang di ajarkan dan disebarkannya, ANAK SHOLEH yang ditinggalkannya, KITAB yang diwariskannya, MASJID yang dibangunnya, RUMAH bagi anak YATIM yang didirikannya, SUNGAI yang dialirkannya, serta SEDEKAH yang dikeluarkan dari hartanya ketika masih hidup dan sehat, yang menyusul setelah matinya.”
Adapun sebagian ulama telah menghitung amal-amal yang member manfaat kepada manusia setelah matinya, yang disebutkan di dalam kedua hadits di atas, beserta hadits-hadits lainnya. Kemudian mereka menyusunnya dalam rangkaian syair sebagai berikut :
Jika anak Adam mati,
maka tidak mengalir baginya dari perbuatan,
kecuali yang s.e.p.u.l.u.h.;
# Ilmu yang di sebarkan
# Doa anak
# Menanam pohon kurma
# Sedekah yang mengalir
# Mewariskan kitab
# Mewakafkan tempat
# Menggali sumur
# Mengalirkan sungai
# Rumah yang di bangun untuk orang asing berteduh
# Bangunan tempat menyebut dan mengajarkan Al-Qur’an.
Semua itu di ambil dari hadits-hadits shoheh semata.
Wallahu tabaroka wa ta’ala a’lam
Barakallaahu fiik
Buya Dive The Radioman
Tanya :
----------
Apakah di sana ada amal perbuatan yang memberikan manfaat kepada manusia setelah matinya? Maka amal perbuatan apakah itu? (Dunny Sylvia – Surabaya).
----------
Jawab :
----------
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Nanda Dunny yang di sayang Allah ta’ala…
YA, insyaAllah terdapat amal perbuatan yang memberikan manfaat kepada manusia setelah matinya, tentu saja bersama taufiq dan karunia dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Adapun urutan utama dari amal perbuatan tersebut adalah ILMU yang bermanfaat, yang ditinggalkan seorang manusia dengan jalan merekam, menulis, atau menyebarkannya; sehingga dengan itu ia menghidupkan sunnah, dan menyeru kepada petunjuk.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, dengan tidak berkurang sedikit pun dari pahala-pahala mereka. Barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, dengan tidak berkurang sedikit pun dari dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Ath-Tirmidzi).
Imam Muslim dan Ath-Tirmidzi juga meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Barangsiapa membuat sunnah yang baik, dan sunnah itu diikuti sepeninggalnya, maka ditetapkan baginya pahala seperti pahala orang yang melaksanakannya, dengan tidak berkurang sedikit pun dari pahala-pahala mereka. Barangsiapa membuat sunnah yang buruk, dan sunnah itu diikuti sepeninggalnya, maka baginya dosa seperti dosa orang yang melaksanakannya, dengan tidak berkurang sedikit pun dari dosa-dosa mereka.”
Dari ‘Auf al-Mazni, di riwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berkata kepada Bilal, “Ketahuilah.” Bilal bertanya, “Apa yang harus aku ketahui yaa Rasulullah?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ketahuilah wahai Bilal.” Bilal mengulangi pertanyaannya, “Apa yang harus aku ketahui yaa Rasulullah?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Barangsiapa yang menghidup-hidupkan satu di antara sunnahku yang telah dimatikan sepeninggalku, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya, dengan tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka. Barangsiapa yang membuat suatu bid’ah sesat yang tidak diridhoi oleh Allah dan Rasul-Nya, maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengerjakannya, dengan tidak mengurangi sedikit pun dosa mereka.”
Ada juga amal-amal lain yang bermanfaat bagi manusia setelah matinya, bersama dua buah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memberi isyarat kepada amal-amal ini, sebagai berikut :
Pertama; adalah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda, “Jika anak Adam meninggal dunia, maka terputus seluruh amal perbuatannya, kecuali tiga perkara. SEDEKAH JARIYAH (yaitu sedekah yang bersifat terus menerus, seperti mewakafkan bangunan atau tanah bagi urusan kebajikan), ILMU yang BERMANFAAT (seperti kitab-kitab), atau ANAK yang SHOLEH yang mendoakannya.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Ath-Tirmidzi, dan An-Nasa’i).
Kedua; adalah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang di riwayatkan oleh Ibn Mujah dan Baihaqi, dengan narasi, “Sesungguhnya amal kebajikan yang mengikuti orang mukmin setelah matinya adalah ILMU yang di ajarkan dan disebarkannya, ANAK SHOLEH yang ditinggalkannya, KITAB yang diwariskannya, MASJID yang dibangunnya, RUMAH bagi anak YATIM yang didirikannya, SUNGAI yang dialirkannya, serta SEDEKAH yang dikeluarkan dari hartanya ketika masih hidup dan sehat, yang menyusul setelah matinya.”
Adapun sebagian ulama telah menghitung amal-amal yang member manfaat kepada manusia setelah matinya, yang disebutkan di dalam kedua hadits di atas, beserta hadits-hadits lainnya. Kemudian mereka menyusunnya dalam rangkaian syair sebagai berikut :
Jika anak Adam mati,
maka tidak mengalir baginya dari perbuatan,
kecuali yang s.e.p.u.l.u.h.;
# Ilmu yang di sebarkan
# Doa anak
# Menanam pohon kurma
# Sedekah yang mengalir
# Mewariskan kitab
# Mewakafkan tempat
# Menggali sumur
# Mengalirkan sungai
# Rumah yang di bangun untuk orang asing berteduh
# Bangunan tempat menyebut dan mengajarkan Al-Qur’an.
Semua itu di ambil dari hadits-hadits shoheh semata.
Wallahu tabaroka wa ta’ala a’lam
Barakallaahu fiik
Buya Dive The Radioman


Tidak ada komentar:
Posting Komentar