Buya Dive The Radioman menyiarkan :
KESELAMATAN YANG “SENGAJA” DILUPAKAN
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh
Sahabat kami yang di sayang oleh Allah subhanahu wa ta’ala…
Bisa jadi terlalu banyak orang yang cenderung ‘sengaja’ melupakan suatu perkara, yang kemudian berdampak kepada tiadanya berkah dari Allah ta’ala untuk segala hal yang mereka upayakan. Padahal IMAN kepada Allah, merupakan syarat utama dan terbesar agar rizki kita senantiasa diberkahi-Nya.
Ingatlah tatkala Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raaf {7}:96).
Bagi orang-orang beriman yang bukan sekadar pengakuan, sungguh tidak akan sulit bagi mereka mencerna ayat ini, dikorelasikan dengan fakta-fakta yang ada di hadapannya. Mereka meyakini bahwa Allah ta’ala mustahil ingkar kepada janji-Nya, dimana imbalan Allah kepada para hamba-Nya yang beriman, sungguh sangat indah dan membahagiakan. Namun sebaliknya kepada orang yang kufur, niscaya ia tidak akan pernah merasakan keberkahan dalam hidup.
Di antara perwujudan iman kepada Allah ta’ala yang berkenaan dengan penghasilan, adalah dengan senantiasa yakin dan menyadari bahwa riski apapun yang kita peroleh PASTI atas karunia dan kemurahan Allah semata, BUKAN lantaran jerih payah atau kepandaian kita. Perihal ini dikarenakan Allah ta’ala telah menentukan jatah rizki setiap manusia semenjak ia masih berada dalam kandungan ibunya.
Disebutkan dalam sebuah hadits, “Sesungguhnya salah seorang dari kamu disatukan penciptaannya di dalam kandungan ibunya selama 40 hari berupa ‘nuthfah’, kemudian berubah menjadi segumpal darah selama itu juga, kemudian berubah menjadi segumpal daging selama itu juga, kemudian Allah mengutus seorang malaikat, lalu malaikat itu diperintahkan dengan 4 kalimat, dan dikatakan kepadanya; ‘Tulislah amalannya, rizkinya, ajalnya, dan apakah ia sengsara atau bahagia.’ Kemudian malaikat itu diperintahkan untuk meniupkan ruh kepadanya.” (Muttafaqun ‘alaih).
Jika saja engkau pikirkan diri dan negeri ini, niscaya kita dapatkan buktinya, setiap kali kita mendapatkan suatu keberhasilan, maka diri cenderung lupa daratan, lantas merasa itu adalah hasil dari kehebatan diri. Namun sebaliknya, ketika terjadi kegagalan atau bencana, kita menuduh alam sebagai dalangnya, lalu melupakan Allah ta’ala.
Aceh di timpa musibah Tsunami, dan orang-orang pintar itu menuduh alam sebagai penyebabnya. Berteorilah mereka dengan menyatakan bahwa Tsunami itu akibat dari pergerakan atau benturan antara lempengan bumi ini, dan seterusnya. Begitu pula tuduhan serupa kepada musibah-musibah lainnya yang semakin sering terjadi belakangan ini.
Sungguh jarang di antara kita yang mengembalikan semua itu kepada Allah ta’ala (Innalillaahi wa innailaaihi rooji’uun), sebagai bentuk teguran atau cobaan, atau mungkin juga sebagai adzab. Bahkan orang yang berpikir demikian akan di tuduh kolot, kampungan, tidak ilmiyah, atau malah di anggap sebagai teroris. Alhamdulillah ‘alaa kulli haal…
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Ruum {30}:41).
Subhanallah, maka saksikan dan akuilah bersama keimanan, bahwa memang benar negeri kita bernama Indonesia ini benar-benar sudah sarat dengan kekafiran—kefasiqan—serta kemunafikan. Rasanya, mustahil bagi negeri yang dititipkan Allah kekayaan alam yang berlimpah-ruah ini (kok) bisa menjadi negara miskin. Mengapa…!? Silakan pikir dan rasakan bersama kecerdasan ayat Allah tersebut di atas (QS. Al-A’raaf {7}:96).
Masih merasa benarkah ketika; (1). Syari’at yang datang dari Allah dan rasul-Nya ditiadakan !? (2). Haqq dijadikan bathil, dan bathil dijadikan haqq !? (3). Syirik dan durhaka menjadi kesenangan !? (4). Bermesraan dengan kaum yang jelas-jelas dilaknat oleh Allah subhanahu wa ta’ala !? (5). Akidah digadaikan dengan harga yang sangat murah…!?
Secara khusus, begitu pula ‘perangai’ orang-orang yang mengaku professional dari kebanyakan pengelolaan siaran radio, dimana mereka seolah tidak menyadari bahwa 5 perkara tersebut telah mereka sepelekan. Padahal siaran radio itu, sungguh dapat diibaratkan sebagai IMAM bagi para MAKMUM (pendengarnya).
1. KTP mereka Muslim, namun tidak sholat. Ad-Dien memerintahkan jangan bermaksiat, tapi maksiat justru mereka jadikan sebagai materi komunikasi dan hiburannya.
2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kaum banci harus di usir, tapi banyak stasiun radio (stara) yang justru mempekerjakan mereka. Homo sexual adalah kaum yang dilaknat oleh Allah ta’ala sejak dahulu kala, namun stara malah membiarkan ‘kanker’ ganas itu menyebarkan virus lebih luas lagi melalui perusahaannya.
3. Program murahan seperti ramal-meramal dijadikan acara andalan oleh stara, lantaran mendapati peminatnya yang sangat banyak. Lagu-lagu asing yang kontennya adalah caci maki atau pujian-pujian kepada tuhan orang-orang Kafir, diputar dengan cerianya lantaran sedang hits.
4. Kelompok JIL (Jaringan Islam Liberal) melalui KBR68H yang sudah terbukti kefasiqan dan kemunafikannya, dijadikan sahabat (networking), lantaran stara berterima kasih kepada mereka atas bantuan materi yang diberikan. Ternyata, sudah lebih dari setengah bagian dari jumlah pengelolaan stara di Indonesia yang dengan suka dan rela menjadi bagian dari kelompok pembenci Islam itu. Jika pernyataan ini di anggap fitnah, maka silakan cek disini KBR68H
5. Maka anda pun akan mendapati penyiar lelaki yang akan tetap bersiaran di hari Jumat, padahal ia seharusnya menunaikan sholat berjamaah pada siang itu. Sungguh murah sekali akidah yang mereka gadaikan. Padahal kebanyakan penyiar radio di daerah, afwan, mendapat gaji 1 juta rupiah saja sulit untuk mereka jangkau !?
Wahai sahabat pengelola stara yang di rahmati oleh Allah ta’ala…
Rasanya tidak berlebihan jika kami menyatakan sebagaimana peringatan ayat Allah ta’ala tersebut, apakah mungkin keberkahan Allah akan ada bersama upaya anda dalam mengelola stara !? Sedangkan semua syarat yang dikehendaki-Nya, telah di ingkari sedemikian rupa.
Apabila debilitas ini tetap dibiarkan, mana mungkin Allah ta’ala akan memberkahi kehidupan dan usaha anda. Bukankah keingkaran seperti itu adalah pola pikir yang menyebabkan Qorun di adzab dengan ditelan bumi !? (Dalil QS. Al-Qashash 78).
Sungguh tidak ada kata terlambat sebelum sakratul maut datang menjemput, agar kita hendaknya senantiasa bertaubat dan kembali kepada hidayah Allah. Maka ini merupakan salah satu bentuk dari IMAN kepada Allah subhanahu wa ta’ala, yang diwujudkan melalui ‘sami’na wa atho’na’ kepada setiap perkara yang di perintah dan dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Wallahi, silakan anda buktikan! Rasakanlah betapa indah dan nikmatnya hasil jerih dan upaya, yang diperoleh bersama KEBERKAHAN yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Wallahu tabaroka wa ta’ala a’lam…
Barakallaahu fiekum
Buy@dIVe~ dRadioman
KESELAMATAN YANG “SENGAJA” DILUPAKAN
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh
Sahabat kami yang di sayang oleh Allah subhanahu wa ta’ala…
Bisa jadi terlalu banyak orang yang cenderung ‘sengaja’ melupakan suatu perkara, yang kemudian berdampak kepada tiadanya berkah dari Allah ta’ala untuk segala hal yang mereka upayakan. Padahal IMAN kepada Allah, merupakan syarat utama dan terbesar agar rizki kita senantiasa diberkahi-Nya.
Ingatlah tatkala Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raaf {7}:96).
Bagi orang-orang beriman yang bukan sekadar pengakuan, sungguh tidak akan sulit bagi mereka mencerna ayat ini, dikorelasikan dengan fakta-fakta yang ada di hadapannya. Mereka meyakini bahwa Allah ta’ala mustahil ingkar kepada janji-Nya, dimana imbalan Allah kepada para hamba-Nya yang beriman, sungguh sangat indah dan membahagiakan. Namun sebaliknya kepada orang yang kufur, niscaya ia tidak akan pernah merasakan keberkahan dalam hidup.
Di antara perwujudan iman kepada Allah ta’ala yang berkenaan dengan penghasilan, adalah dengan senantiasa yakin dan menyadari bahwa riski apapun yang kita peroleh PASTI atas karunia dan kemurahan Allah semata, BUKAN lantaran jerih payah atau kepandaian kita. Perihal ini dikarenakan Allah ta’ala telah menentukan jatah rizki setiap manusia semenjak ia masih berada dalam kandungan ibunya.
Disebutkan dalam sebuah hadits, “Sesungguhnya salah seorang dari kamu disatukan penciptaannya di dalam kandungan ibunya selama 40 hari berupa ‘nuthfah’, kemudian berubah menjadi segumpal darah selama itu juga, kemudian berubah menjadi segumpal daging selama itu juga, kemudian Allah mengutus seorang malaikat, lalu malaikat itu diperintahkan dengan 4 kalimat, dan dikatakan kepadanya; ‘Tulislah amalannya, rizkinya, ajalnya, dan apakah ia sengsara atau bahagia.’ Kemudian malaikat itu diperintahkan untuk meniupkan ruh kepadanya.” (Muttafaqun ‘alaih).
Jika saja engkau pikirkan diri dan negeri ini, niscaya kita dapatkan buktinya, setiap kali kita mendapatkan suatu keberhasilan, maka diri cenderung lupa daratan, lantas merasa itu adalah hasil dari kehebatan diri. Namun sebaliknya, ketika terjadi kegagalan atau bencana, kita menuduh alam sebagai dalangnya, lalu melupakan Allah ta’ala.
Aceh di timpa musibah Tsunami, dan orang-orang pintar itu menuduh alam sebagai penyebabnya. Berteorilah mereka dengan menyatakan bahwa Tsunami itu akibat dari pergerakan atau benturan antara lempengan bumi ini, dan seterusnya. Begitu pula tuduhan serupa kepada musibah-musibah lainnya yang semakin sering terjadi belakangan ini.
Sungguh jarang di antara kita yang mengembalikan semua itu kepada Allah ta’ala (Innalillaahi wa innailaaihi rooji’uun), sebagai bentuk teguran atau cobaan, atau mungkin juga sebagai adzab. Bahkan orang yang berpikir demikian akan di tuduh kolot, kampungan, tidak ilmiyah, atau malah di anggap sebagai teroris. Alhamdulillah ‘alaa kulli haal…
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Ruum {30}:41).
Subhanallah, maka saksikan dan akuilah bersama keimanan, bahwa memang benar negeri kita bernama Indonesia ini benar-benar sudah sarat dengan kekafiran—kefasiqan—serta kemunafikan. Rasanya, mustahil bagi negeri yang dititipkan Allah kekayaan alam yang berlimpah-ruah ini (kok) bisa menjadi negara miskin. Mengapa…!? Silakan pikir dan rasakan bersama kecerdasan ayat Allah tersebut di atas (QS. Al-A’raaf {7}:96).
Masih merasa benarkah ketika; (1). Syari’at yang datang dari Allah dan rasul-Nya ditiadakan !? (2). Haqq dijadikan bathil, dan bathil dijadikan haqq !? (3). Syirik dan durhaka menjadi kesenangan !? (4). Bermesraan dengan kaum yang jelas-jelas dilaknat oleh Allah subhanahu wa ta’ala !? (5). Akidah digadaikan dengan harga yang sangat murah…!?
Secara khusus, begitu pula ‘perangai’ orang-orang yang mengaku professional dari kebanyakan pengelolaan siaran radio, dimana mereka seolah tidak menyadari bahwa 5 perkara tersebut telah mereka sepelekan. Padahal siaran radio itu, sungguh dapat diibaratkan sebagai IMAM bagi para MAKMUM (pendengarnya).
1. KTP mereka Muslim, namun tidak sholat. Ad-Dien memerintahkan jangan bermaksiat, tapi maksiat justru mereka jadikan sebagai materi komunikasi dan hiburannya.
2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kaum banci harus di usir, tapi banyak stasiun radio (stara) yang justru mempekerjakan mereka. Homo sexual adalah kaum yang dilaknat oleh Allah ta’ala sejak dahulu kala, namun stara malah membiarkan ‘kanker’ ganas itu menyebarkan virus lebih luas lagi melalui perusahaannya.
3. Program murahan seperti ramal-meramal dijadikan acara andalan oleh stara, lantaran mendapati peminatnya yang sangat banyak. Lagu-lagu asing yang kontennya adalah caci maki atau pujian-pujian kepada tuhan orang-orang Kafir, diputar dengan cerianya lantaran sedang hits.
4. Kelompok JIL (Jaringan Islam Liberal) melalui KBR68H yang sudah terbukti kefasiqan dan kemunafikannya, dijadikan sahabat (networking), lantaran stara berterima kasih kepada mereka atas bantuan materi yang diberikan. Ternyata, sudah lebih dari setengah bagian dari jumlah pengelolaan stara di Indonesia yang dengan suka dan rela menjadi bagian dari kelompok pembenci Islam itu. Jika pernyataan ini di anggap fitnah, maka silakan cek disini KBR68H
5. Maka anda pun akan mendapati penyiar lelaki yang akan tetap bersiaran di hari Jumat, padahal ia seharusnya menunaikan sholat berjamaah pada siang itu. Sungguh murah sekali akidah yang mereka gadaikan. Padahal kebanyakan penyiar radio di daerah, afwan, mendapat gaji 1 juta rupiah saja sulit untuk mereka jangkau !?
Wahai sahabat pengelola stara yang di rahmati oleh Allah ta’ala…
Rasanya tidak berlebihan jika kami menyatakan sebagaimana peringatan ayat Allah ta’ala tersebut, apakah mungkin keberkahan Allah akan ada bersama upaya anda dalam mengelola stara !? Sedangkan semua syarat yang dikehendaki-Nya, telah di ingkari sedemikian rupa.
Apabila debilitas ini tetap dibiarkan, mana mungkin Allah ta’ala akan memberkahi kehidupan dan usaha anda. Bukankah keingkaran seperti itu adalah pola pikir yang menyebabkan Qorun di adzab dengan ditelan bumi !? (Dalil QS. Al-Qashash 78).
Sungguh tidak ada kata terlambat sebelum sakratul maut datang menjemput, agar kita hendaknya senantiasa bertaubat dan kembali kepada hidayah Allah. Maka ini merupakan salah satu bentuk dari IMAN kepada Allah subhanahu wa ta’ala, yang diwujudkan melalui ‘sami’na wa atho’na’ kepada setiap perkara yang di perintah dan dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Wallahi, silakan anda buktikan! Rasakanlah betapa indah dan nikmatnya hasil jerih dan upaya, yang diperoleh bersama KEBERKAHAN yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Wallahu tabaroka wa ta’ala a’lam…
Barakallaahu fiekum
Buy@dIVe~ dRadioman


subhanalloh, allohuakbar...
BalasHapusemod sami'na wa atho'na aduhai al-mukarom buya dive cintah nyah emod...
sungguh kagak ada barokah--kebaekan--atawa kebahagiaan bersama orang-orang nyang ogah beriman sama alloh dan rasul-nyah.
jikalo urusan rizki bagi yei cuman nominal doangan, sumpe loh; orang-orang kapir di dunia enih juga dikasih rizki sama alloh.
de masalah nyah is... yei mo sama juga nyah sama orang kapir di dunya dan di akherat ntik nyah !? wadooh ! kagak ikutan dah... @_@