Buya Dive The Radioman menyiarkan :
SEMANGAT MURID BERUSIA 67 TAHUN

Wahai sahabat radio broadcaster di Indonesia...
Semenjak Indonesian Commercial Jockey (ICJ) berdiri pada tahun 2003 (sebuah asosiasi pendidikan dan pelatihan ilmu radio broadcasting—public speaking—serta commercial jockey, yang kini bernama Indonesian Broadcaster), alhamdulillah, kami telah mengajar dan melatih hampir 1.000 orang di tempat sederhana kami.
Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 7% peserta yang beragama selain Islam. Padahal kami sudah menegaskan, bahwa metodologi pelatihan dan pembelajaran yang diberlakukan oleh Indonesian Broadcaster, adalah setiap perkara yang tidak boleh bertentangan dengan Syari’at Islam, jadi bukan ingin "mengislamkan" siapa pun..!! Sebab kami benar-benar yakin, bahwa segala hal yang tidak bertentangan dengan Syari'at Islam, pastilah ia akan menjadi baik dan benar adanya..!!
Barakallah, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ilmu komunikasi dan broadcasting melalui metodologi yang Islami, salah satunya juga di maksud untuk menyanggah anggapan umum selama ini, bahwa pendidikan ilmu-ilmu tersebut harus mengikuti kurikulum modern, sehingga tidak perlu menyertakan tolok ukur prinsip haqq dengan bathil..!?
Wal-hasil, penerimaan dan penghargaan komitmen kami sebagaimana tersebut, insyaAllah dapat dibuktikan lewat tayangan foto di atas. Nama beliau adalah ibu Lina Gunawan, yang pada tahun 2012 berusia 67 tahun. Beliau adalah etnis keturunan Tionghua asal kota Bandung, yang mengaku aktif di Gereja. Meski di awal telah kami tegaskan bahwa pelatihan dan pembelajaran ilmu komunikasi dan broadcasting yang kami berlakukan adalah "basic" dan terapan yang tidak boleh bertentangan dengan Syari'at Islam, namun ibu Lina tetap semangat ingin mengikutinya hingga akhirnya beliau lulus...
Dengan demikian, ibu Lina yang sudah menjadi Oma dari banyak cucu ini, merupakan peserta belajar yang usia paling tua, tetapi memiliki semangat belajar luar biasa..!! Bayangkan, setelah turun dari kendaraan umum di jalan raya Duren Tiga, beliau harus melanjutkannya lagi dengan berjalan kaki sejauh lebih dari 1 Km untuk sampai di tempat belajar...
Beberapa hari yang lalu, ibu Lina datang menemui saya. Beliau menceritakan, bahwa ia butuh studio untuk membuat demo suaranya yang di minta oleh sebuah PH. Sebelumnya, beliau sudah minta tolong kepada salah seorang temannya di gereja, dimana ia punya fasilitas untuk merekam demo suara yang di maksud. Tapi sayangnya hingga dua minggu beliau menanti, ternyata temannya itu mengaku masih sibuk dan belum bisa untuk membantu..!? Setelah menceritakan permasalahannya tersebut, ibu Lina melanjutkan lagi perkataannya; “Demi Tuhan, saya mohon buya berkenan bantu “direct” suara saya, dan merekamnya untuk dijadikan demo. Jangan khawatir buya, saya akan membayarnya…”
Selanjutnya, kami pun melaksanakan rekaman sebagaimana tampak pada gambar. Akan tetapi setelah selesai rekaman, tentu saja saya tidak berkenan menerima bayaran sebagaimana perkataan beliau. Sungguh dalam hal ini, saya begitu kagum sekaligus terharu menyaksikan SEMANGAT beliau yang begitu nyata..!!
Maaf, generasi muda seharusnya malu jika dirinya yang masih muda lagi kuat, tetapi semangatnya melempem..!?
Love and Respect;
Buya Dive The Radioman
SEMANGAT MURID BERUSIA 67 TAHUN
Wahai sahabat radio broadcaster di Indonesia...
Semenjak Indonesian Commercial Jockey (ICJ) berdiri pada tahun 2003 (sebuah asosiasi pendidikan dan pelatihan ilmu radio broadcasting—public speaking—serta commercial jockey, yang kini bernama Indonesian Broadcaster), alhamdulillah, kami telah mengajar dan melatih hampir 1.000 orang di tempat sederhana kami.
Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 7% peserta yang beragama selain Islam. Padahal kami sudah menegaskan, bahwa metodologi pelatihan dan pembelajaran yang diberlakukan oleh Indonesian Broadcaster, adalah setiap perkara yang tidak boleh bertentangan dengan Syari’at Islam, jadi bukan ingin "mengislamkan" siapa pun..!! Sebab kami benar-benar yakin, bahwa segala hal yang tidak bertentangan dengan Syari'at Islam, pastilah ia akan menjadi baik dan benar adanya..!!
Barakallah, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ilmu komunikasi dan broadcasting melalui metodologi yang Islami, salah satunya juga di maksud untuk menyanggah anggapan umum selama ini, bahwa pendidikan ilmu-ilmu tersebut harus mengikuti kurikulum modern, sehingga tidak perlu menyertakan tolok ukur prinsip haqq dengan bathil..!?
Wal-hasil, penerimaan dan penghargaan komitmen kami sebagaimana tersebut, insyaAllah dapat dibuktikan lewat tayangan foto di atas. Nama beliau adalah ibu Lina Gunawan, yang pada tahun 2012 berusia 67 tahun. Beliau adalah etnis keturunan Tionghua asal kota Bandung, yang mengaku aktif di Gereja. Meski di awal telah kami tegaskan bahwa pelatihan dan pembelajaran ilmu komunikasi dan broadcasting yang kami berlakukan adalah "basic" dan terapan yang tidak boleh bertentangan dengan Syari'at Islam, namun ibu Lina tetap semangat ingin mengikutinya hingga akhirnya beliau lulus...
Dengan demikian, ibu Lina yang sudah menjadi Oma dari banyak cucu ini, merupakan peserta belajar yang usia paling tua, tetapi memiliki semangat belajar luar biasa..!! Bayangkan, setelah turun dari kendaraan umum di jalan raya Duren Tiga, beliau harus melanjutkannya lagi dengan berjalan kaki sejauh lebih dari 1 Km untuk sampai di tempat belajar...
Beberapa hari yang lalu, ibu Lina datang menemui saya. Beliau menceritakan, bahwa ia butuh studio untuk membuat demo suaranya yang di minta oleh sebuah PH. Sebelumnya, beliau sudah minta tolong kepada salah seorang temannya di gereja, dimana ia punya fasilitas untuk merekam demo suara yang di maksud. Tapi sayangnya hingga dua minggu beliau menanti, ternyata temannya itu mengaku masih sibuk dan belum bisa untuk membantu..!? Setelah menceritakan permasalahannya tersebut, ibu Lina melanjutkan lagi perkataannya; “Demi Tuhan, saya mohon buya berkenan bantu “direct” suara saya, dan merekamnya untuk dijadikan demo. Jangan khawatir buya, saya akan membayarnya…”
Selanjutnya, kami pun melaksanakan rekaman sebagaimana tampak pada gambar. Akan tetapi setelah selesai rekaman, tentu saja saya tidak berkenan menerima bayaran sebagaimana perkataan beliau. Sungguh dalam hal ini, saya begitu kagum sekaligus terharu menyaksikan SEMANGAT beliau yang begitu nyata..!!
Maaf, generasi muda seharusnya malu jika dirinya yang masih muda lagi kuat, tetapi semangatnya melempem..!?
Love and Respect;
Buya Dive The Radioman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar