Sabtu, 14 April 2012

EKSTRIMISME

Buya Dive The Radioman menyiarkan :

E.K.S.T.R.I.M.I.S.M.E. !?
 

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalamu'alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh


Sahabat Indonesian Broadcaster yang di sayang Allah ta'ala...

Ekstrimisme adalah melenceng dari kebenaran, jauh dari ‘manhaj’, serta menyimpang dari jalan lurus (as-shirat al-mustaqim). Ia jelas menolak sikap ‘moderat’. Dalam akidah, ekstrimisme adalah mengedepankan prasangka yang tidak menyentuh kebenaran apa pun. Bahkan, ia meninggalkan kebenaran yang demikian jelas, dan bergantung pada hasil ramalan.

Aturan-aturan ekstrimisme bersandarkan pada prasangka, khayal, ‘ghuluw’ (berlebihan) sehingga mengkultus syaikh, atau yang lainnya menyembah pendeta dan para rahib. Ekstrimisme adalah tindakan merampas hak-hak ‘uluhiyyah’ dari Allah subhanahu wa ta’ala, tetapi mereka malah menyentuhkan hidung ke tanah untuk menyembah para ‘thoghut’ (syaithon).

Ekstrimisme dalam ibadah adalah ketidakberaturan dalam pelaksanaannya, baik terlalu berlebihan, atau tidak melakukan sama sekali. Ibadahnya tidak mengikuti sang Makshum, dan tidak tunduk pada keterangan yang jelas. Ekstimisme dalam hukum adalah menjadikan sesuatu yang sunnah itu wajib, yang makhruh menjadi haram, hukum 'ta’zir' menjadi hukum 'had'.

Ekstrimisme adalah membesar-besarkan masalah, atau kepada hakikat sesuatu. Pijakannya adalah keluar dari sikap pertengahan dan keseimbangan. Padahal Allah ta’ala telah menjadikan segala sesuatu dengan qadrnya. DIA telah menurunkan Al-Qur’an sebagai ‘mizan’ (neraca kebenaran), dan Allah ta’ala selalu berada di atas “Shirat al-Mustaqim”.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Katakanlah wahai ahli kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agama kalian.” (QS. Al-Maa’idah 77), “Dan mereka mengada-adakan rahbaniyah, padahal Kami tidak mewajibkan kepada mereka.” (QS. Al-Hadid 27).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri selalu mengambil jalan tengah, menghakimi dengan adil, serta selalu menegakkan keadilan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaknya kalian mengambil jalan tengah.” (HR. Ahmad, Ibn Khuzaimah, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim). Begitu pula dalam sabdanya yang lain di sebutkan, “Sebaik-baik Dien kalian adalah yang paling gampang.” (HR. Ahmad).

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman, “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu umat Islam, sebagai umat yang adil dan pilihan.” (QS. Al-Baqarah 143), yaitu umat terbaik lagi bijaksana, yang senantiasa bertumpu pada nilai keadilan. Umat yang menjadi saksi atas manusia, berbicara dengan kebenaran, pembawa amanah, pemberi hidayah, sehingga menunjukkan pada kebaikan, memerintah pada yang makruf serta mencegah kemungkaran.

Subhanallah, inilah kita umat yang menjauhi kesia-siaan, perpecahan, sikap berlebihan, atau sikap ‘njlimet’ yang di buat-buat. Umat yang menjauhi bid’ah serta kekakuan !

Wallahu tabaroka wa ta’ala a’lam…



Barakallahu fiekum
Buya Dive The Radioman


  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar