Rabu, 25 April 2012

BAHAGIAKAH KAMU !?

Buya Dive The Radioman menyiarkan :

BAHAGIAKAH KAMU !?





 


Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuh


Wahai sahabat radio broadcaster di Indonesia...

Sebagian orang mengukur kepuasan diri (kebahagiaan), melalui beberapa kondisi berikut ini :

1. Tatkala ia memiliki harta berlimpah ?
2. Punya banyak ilmu dan kepandaian ?
3. Banyak teman sekaligus di senangi mereka ?
4. Punya istri cantik / suami tampan sesuai selera ?
5. Memperoleh pangkat atau jabatan yang bergengsi ?

Buya meyakini bahwa takaran dunia seperti itu belum tentu, atau bahkan tidak MEMBAHAGIAKAN pemiliknya. Terutama apabila semua itu dihadirkan bersama obsesi dan nafsu yang bertentangan dengan Syariat Islam. 

Untuk itu ujilah kepuasan diri (kebahagiaan) yang sebenarnya, dengan cara bertanya JUJUR kepada diri; "Apakah aku sungguh BAHAGIA !?" Ya itu benar, Islam memang tidak melarang umatnya menghendaki (semisal) 5 poin di atas. Tetapi permasalahannya adalah, BAGAIMANA CARA MEREKA MENJEMPUTNYA BERSAMA KEIMANAN & RIDHO DARI ALLAH TA'ALA.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal sholeh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. At-Taubah 121).

Apabila HATI & PIKIRAN senantiasa BAHAGIA sejak mata terbuka di waktu subuh hingga ia tidur lagi pada malam hari, sedangkan kepunyaannya hanya sedikit tapi sedemikian disyukurinya (Qana'ah), insyaAllah yang demikian ini merupakan kepuasan diri (kebahagiaan) yang sebenarnya. Subhanallah, dengan sedikit saja ia sudah sedemikian bersyukur, apalagi jika Allah ta'ala berkenan menitipkan RIZKI yang lebih banyak.

Sahabat mau tahu rahasianya !? Simaklah firman Allah ta'ala yang menyebutkan, "Dan (ingatlah juga), tatkala Rabb-mu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, PASTI KAMI AKAN MENAMBAH NIKMAT KEPADAMU. Namun jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat keras." (QS. Ibrahim 7).

Yakinlah duhai sahabat, apabila kita ridho terhadap segala kehendak yang ditentukan oleh Allah ta'ala, maka DIA juga akan ridho kepada apapun yang dititipkan-Nya dalam kehidupan kita. Dengan demikian, jika Al-Haqq (success is syariat Islam, not the others) selalu menjadi prinsip dalam keimanan, maka insyaAllah suka--duka--kaya--miskin--berhasil--gagal--sehat--sakit--selamat--musibah--dan lain sebagainya, merupakan bentuk ujian dari Allah ta'ala yang WAJIB kita SYUKURI dan atau BERSABAR terhadapnya.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman : "Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabb-mu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya." (QS. Huud 108).

Maka mari kita capai bentuk BAHAGIA yang sebenarnya, sehingga kita pun tidak pernah mengenal apa yang di sebut 'keluhan' ataupun 'berandai-andai' terhadap sesuatu yang telah berlalu.

Wallahua'lam bish-shawab




Barakallahu fiekum
Buya Dive The Radioman


Tidak ada komentar:

Posting Komentar