Jumat, 22 Juli 2011

RAHASIA SEORANG NENEK

Buya Dive The Radioman menyiarkan :

RAHASIA SEORANG NENEK 



Wahai sahabat...

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar dengan berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan sholat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekadarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya, hingga tak satu lembar pun terlewatkan.

Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringat pun membasahi seluruh tubuhnya... Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. 


Pada suatu hari, pengurus masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan sebelum perempuan tua itu datang. Akibatnya, setelah si nenek selesai sholat dan ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia pun terkejut; koq tidak ada satu pun daun yang berserakan sebagaimana biasanya..!? Maka ia kembali lagi ke masjid lalu menangis. Sesaat kemudian ia bertanya kepada pengurus masjid, mengapa halaman itu dibersihkan sebelum kedatangannya..!? 

Pengurus masjid menjelaskan; "Nenek jangan sedih, halaman itu sengaja saya bersihkan, karena banyak orang yang tidak tega melihat nenek yang membersihkannya..." 

"Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya..."

Maka si nenek pun dibiarkan mengumpulkan dedaunan seperti biasanya. Meski begitu, tetap saja banyak orang yang bertanya-tanya menyaksikan pemandangan tersebut..!? Mulai dari kokq teganya pengurus masjid menugaskan orangtua untuk membersihkan halaman masjid, sampai tanda tanya mengapa si nenek tetap ngotot ingin membersihkan halaman masjid..!?


Hingga akhirnya, seorang Kiai pun dimintai tolong untuk menanyakan kepada perempuan tua itu, mengapa ia begitu semangat membersihkan dedaunan di sekitar halaman masjid..!? Si nenek pun bersedia menjelaskan, tapi dengan dua syarat:

Pertama,; hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya. 
Kedua; rahasia itu tidak boleh disebarkan kepada orang lain selama ia masih hidup.
 
Nenek yang rajin membersihkan dedaunan di halaman masjid itu telah kembali kepada Robb-nya, innalillaahi wa innailaihi rooji'uun. Dengan demikian, kini kita dapat mengetahui perihal apa yang dirahasiakannya kepada pak Kiai...

Berikut penuturan beliau... 

"Pak Kiai, saya ini perempuan bodoh. Saya merasa amal-amal saya terlalu kecil lagi sedikit, yang mungkin tidak benar pula dalam menjalankannya, wallahua'lam..!? Saya khawatir kalau nantinya saya tidak selamat pada hari perhitungan dan pembalasan, lantas tiada pula adanya syafa'at dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka setiap kali saya memungut lembar demi lembar daun di halaman masjid ini, saya ucapkanlah satu sholawat untuk Baginda Rasulullah. Jika suatu hari nanti saya mati, semoga daun-daun itu sudi bersaksi, bahwa saya telah berusaha membacakan shalawat melaluinya, sehingga Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam berkenan memberikan syafa'atnya untuk saya, Allahumma aamiin..."

MasyaAllaah, laa quwwata ilaa billaah laa yadhurrahu.


Allahumma shalli 'alaa sayyidina Muhammad wa 'alaa aliyy sayidinna Muhammad.



Barakallaahu fiikum
Wassalamu'alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh.
Buya Dive The Radioman


Tidak ada komentar:

Posting Komentar