Kamis, 19 Mei 2011

ANDA MENGHARAP DARI ALLAH APA YANG TIDAK MEREKA HARAP

Buya Dive The Radioman menyiarkan :



ANDA MENGHARAP DARI ALLAH 
APA YANG TIDAK MEREKA HARAP !?








Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh


Wahai sahabat...
Inilah suatu bentuk perbandingan dari 2 (dua) sisi kehidupan manusia di dunia, dimana hanya orang-orang berakal yang telah diberi hidayah oleh Allah yang insyaAllah mampu memilih dan mengamalkan salah satunya dengan sungguh-sungguh ...


SYARIF AR-RADHI seorang penyair menginginkan kemuliaan dunia yang ia gambarkan dalam syair-syairnya. Semua daya upaya, peluh dan keringatnya, semua kesabaran dan perjuangannya, ia kerahkan untuk mencapai kekuasaan yang dinikmatinya hanya dalam hitungan hari.

AL-MUTANABBI juga seorang penyair, yang mengatakan dengan penuh semangat tentang tekadnya untuk mendapatkan haknya, dan tidak lain adalah mencapai kedudukan di sebuah desa, serta posisi di sisi raja.

Lain lagi dengan ABU MUSLIM AL-KHURASANI. Ia tidak tidur malam karena tinggi semangat, kedurjanaan dan jauh angannya. Ia mampu mencapai kedudukan tinggi di dunia hanya dalam waktu sangat singkat, namun kemudian di bunuh dengan lembing oleh pelayannya sendiri.

Astaghfirullaah...

Maka berikut ini adalah apa yang mereka capai dalam ilmu pengetahuan. Bagaimana dengan ‘bintang’ dan ‘purnama’ lainnya yang mengejar puncak dari segala puncak kemuliaan, dan mencari keutamaan dan keridhaan Rabb-nya!?

Inilah ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ melampaui semua mujahid karena jihadnya, lebih menonjol dari semua orang yang bershadaqah dengan infaq hartanya. Para khalifah merasa lemah untuk menjejaki keadilannya. Ia merengkuh semua kemuliaan akhlak, ketinggian perkara dan perbuatan-perbuatan baik. Semua itu dilakukannya dengan harapan, aga ia bisa di panggil dari 8 (delapan) pintu surga di hari Kiamat.

Inilah UMAR BIN KHATTAB yang telah menampilkan contoh paling indah dalam kesabaran dan keagungan rasa takut, serta keberpalingan dari semua yang fana. Ia adalah sosok paling adil dalam penerapan hukum Allah, kemudian ia memohon kepada Allah agar dikarunia syahadah di jalan-Nya, dan meninggal di negeri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Rabb-nya memberikan sebagaimana yang ia inginkan.

Inilah UTSMAN yang menginfaqkan hartanya, berlapar-lapar di siang hari, tidak tidur di malam hari. Kemudian ia melumuri Mushafnya dengan darahnya sendiri. Alangkah indahnya tidur yang ia dapatkan.

Inilah ALI, yang selalu menghunus pedang dalam setiap perang, membela dien Allah, dan membentengi dienullah. Ia berpaling dari dunia laksana berpalingnya orang yang , dan membentengi dienullah. Ia berpaling dari dunia laksana berpalingnya orang yang demikian merindukan perjanjian dengan Rabb-nya. Kemudian ia di bantai di dalam masjid, dalam keadaan suci, sholeh dan bersih.

Wallahu tabaroka wa ta'ala a'lam.


Barakallaahu fiekum
Buya Dive The Radioman

2 komentar:

  1. Subhanallah walhamdulillah Allahu Akbar !...

    Hanya itu kata yang dapat kuucap selebihnya hanya airmata yang mengiringinya.

    Berharap semogalah aku,keluargaku,saudara2ku dan kaum muslimin dan muslimat termasuk orang2 yang beruntung kelak dikehidupan negri akhirat.Amin!..

    BalasHapus
  2. Akhi Maylendra saudaraku yang dimuliakan oleh Allah swt, Allahumma amiin...

    Sesungguhnya Allah ta'ala sangat menyukai setiap hamba yang senantiasa berbaik sangka kepada-Nya, serta selalu mengharap kebaikan dan keselamatan dunya wal akhirat bagi diri maupun kerabatnya. Subhanallah...

    BalasHapus